
PATAGROW adalah Pupuk Organik Cair dengan Teknologi Nano yang mengandung Unsur Hara seimbang dan Mikroba Aktif yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Kandungan Mikroba : Mikroba menstimulasi tanaman untuk memproduksi Hormon penting seperti Auksin dan Sitokinin yang berperan sebagai hormon pertumbuhan (pemanjangan sel) dan pemulihan tanaman serta mendorong pertumbuhan tunas.
Rhizoblum : 1,4 x 10 ¹¹ CFU/ml
Bacilus Sp : 4,2 x 10¹¹ CFU/ml
Azotobacter SP : 2,5 x 10¹¹ CFU/ml
Trichoderma SP : 10⁷ CFU/ml
Kandungan unsur makro :
C organik : 11%
N : 7,1%
P : 5,3%
K : 4,4%
S : 1%
Mg : 0,9%
Kandungan unsur mikro :
B : 35 ppm
Mn : 95 ppm
Al : 73 ppm
Zn : 85 ppm
Cu : 102 ppm
Si : 42 ppm
Fe : 7,25 ppm
Manfaat PATAGROW :
1. Bertanggung jawab terhadap perbaikan dan peningkatan produksi serta kualitas tanaman.
2. Berperan dalam meningkatkan kesuburan tanah sehingga serapan tanaman terhadap unsur N, P, K, Mg, Na, Cu, Zn meningkat.
3. Menurunkan keasaman tanah dengan menyerap besi (Fe), aluminium (Al), dan mangan (Mn) penyebab tanah asam.
4. Mengurangi kadar racun tanah karena mampu mengikat dan mengendapkan logam-logam berat dalam tanah.
5. Meningkatkan pertumbuhan akar tanaman dengan menstimulasi aktivitas mikrobiologi tanah.
6. Menstimulasi perkembangan mikroorganisme tanah yang berfungsi dalam proses dekomposisi yang menghasilkan humus.
7. Menstimulasi aktivitas mirip mikroorganisme di atas tanah yang akan menghasilkan hormon-hormon pertumbuhan seperti auksin sitokinin dan giberelin.
Cara Aplikasi:
1. Pengendalian asam-asaman pada tanaman padi sawah : aplikasi 5-10 ml/liter air sebanyak 2x interval 5 hari sekali
2. Persiapan Lahan : Semprotkan 75-100 ml/liter air pada lahan 3-5 hari sebelum tanam
3. Peningkatan pertumbuhan tanaman padi, cabai, tomat, nilam, dan sayuran lain : semprotkan 3-5 ml/liter air dengan interval 7-10 hari sekali
4. Perbanyakan anakan padi : semprotkan 3-5 ml/liter air dengan interval 7-10 hari sekali mulai umur 20 hari
5. Tanaman Tahunan (Mangga, jeruk, durian, kelengkeng, dll) : Siramkan 5-10 ml/liter air pada area perakaran tanaman (pangkal tanaman)



